Rabu, 15 Mei 2013
Pengertian Manajemen
A.
Pengertian
Manajemen Pendidikan menurut para Ahli, antara lain :
1. Manajemen
Pendidikan menurut Syarif (1976 :7) :
segala usaha bersama untuk mendayagunakan
sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien untuk
menunjang tercapainya pendidikan.
2. Manajemen
Pendidikan menurut Sutisna (1979:2-3) :
Manajemen
pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber personil dan
materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan
bersama. Ia mengerjakan fungsi-fungsinya dengan jalan mempengaruhi perbuatan
orang-orang. Proses ini meliputi perencanaan, organisasi, koordinasi,
pengawasan, penyelenggaraan dan pelayanan dari segala sessuatu mengenai urusan
sekolah yang langsung berhubungan dengan pendidikan seklah seperti kurikulum,
guru, murid, metode-metode, alat-alat pelajaran, dan bimbingan. Juga soal-soal
tentang tanah dan bangunan sekolah, perlengkapan, pembekalan, dan pembiayaan
yang diperlukan penyelenggaraan pendidikan termasuk didalamnya.
3. Manajemen
Pendidikan menurut Djam’an Satori, (1980: 4) :
Manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai
keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan
materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan secara efektif dan efisien.
4. Manajemen
Pendidikan menurut Made Pidarta, (1988:4) :
Manajemen Pendidikan diartikan sebagai aktivitas
memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan
pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
5. Manajemen
Pendidikan menurut Biro Perencanaan Depdikbud, (1993:4) :
Manajemen pendidikan ialah proses perencanaan,
peng-organisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya
pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa,
mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan,
keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri,
serta bertanggung jawab kemasyarakat dan kebangsaan.
6. Manajemen
Pendidikan menurut Soebagio Atmodiwirio. (2000:23)
:
Manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagi proses
perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan,
sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
7. Manajemen Pendidikan menurut
Engkoswara (2001:2) :
Manajemen pendidikan ialah suatu ilmu yang mempelajari
bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara
produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut
serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama.
8. Manajemen
Pendidikan menurut Hadari Nawawi (1981 : 11) :
Manajemen pendidikan, adalah rangkaian kegiatan atau
keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai
tujuan pendidikan, secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan di
lingkungan tertentu, terutama lembaga pendidikan formal.
9. Manajemen
Pendidikan menurut W. Haris
Mendefinisikan Manajemen pendidikan sebagai suatu
proses pengintegrasian segala usaha pendayagunaan sumber-sumber personalia dan
material sebagai usaha untuk meningkatkan secara efektif pengembangan kualitas
manusia.
10. Manajemen
Pendidikan menurut Purwanto dan Djojopranoto (1981:14) :
Manajemen pendidikan merupakan suatu usaha bersama
yang dilakukan untuk mendayagunakan semua sumber daya baik manusia, uang, bahan
dan peralatan serta metode untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan
efisien.
11. Manajemen
Pendidikan menurut Stephen J. Knezeich
Manajemen pendidikan merupakan sekumpulan
fungsi-fungsi organisasi yang memiliki tujuan utama untuk menjamin efisiensi
dan efektivitas pelayanan pendidikan, sebagaimana pelaksanaan kebijakan melalui
perencanaan, pengambilan keputusan, perilaku kepemimpinan, penyiapan alokasi
sumber daya, stimulus dan koordinasi personil, dan iklim organisasi yang
kondusif, serta menentukan perubahan esensial fasilitas untuk memenuhi
kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan.
12. Manajemen
Pendidikan menurut Daryanto (1998:8) :
Manajemen pendidikan adalah suatu cara bekerja dengan
orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif.
13. Manajemen Pendidikan menurut Dasuqi
dan Somantri (1992:10) :
Mengemukakan Manajemen pendidikan adalah upaya
menerapkan kaidah-kaidah Manajemen dalam bidang pendidikan.
14. Manajemen
Pendidikan menurut Sagala (2005:27) :
Manajemen pendidikan adalah penerapan ilmu Manajemen
dalam dunia pendidikan atau sebagai penerapan Manajemen dalam pembinaan,
pengembangan, dan pengendalian usaha dan praktek-praktek pendidikan. Manajemen
pendidikan adalah aplikasi prinsip, konsep dan teori manajemen dalam aktivitas
pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
15. Manajemen
Pendidikan menurut Gaffar :
Manajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu
proses kerja sama yang sistematis, sistemik, dan komprehensif dalam rangka
mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Manajemen pendidikan juga dapat
diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses
pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka
pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang (Mulyasa, 2002: 19).
16. Manajemen
Pendidikan menurut Menurut H. A. R. Tilaar (2001:4) :
Manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan yang
mengimplementasikan perencanaan atau rencana pendidikanSifat Menurut urutan Kelahiran
Pandangan Adler tentang
sifat – stfat yang muncul sesuai dengan urutan kelahiran
|
Sifat Positif
|
Sifat Negatif
|
||
|
Anak Sulung
|
|||
|
-
Merawat dan melindungi orang
lain,
-
Organisator yang baik
|
-
Memiliki kecemasan yang tinggi,
-
Memiliki perasaan berkuasa yang
berlebihan,
-
Permushan secara tidak sadar,
-
Berjuang untuk mendapat
pengakuan,
-
Harus selalu “ benar “ sedangkan yang lain selalu “ salah “ ,
-
Sangat mengkritik orang lain,
-
Tidak bisa bekerjasama.
|
||
|
Anak Kedua
|
|||
|
-
Bermotivasi tinggi
-
Bisa bekerjasama
-
Daya saing yang cukup
|
-
Daya saing yang tinggi
-
Mudah berkecil hati
|
||
|
Anak Bungsu
|
|||
|
Ambisi yang realistis
|
-
Gaya hidup manja
-
Bergantung pada orang lain
-
Ingin selalu unggul dalam segala
hal
-
Ambisi yang tidak realistis
|
||
|
Anak Tunggal
|
|||
|
Matang secara social
|
-
Perasaan superior yang berlebihan
-
Sifat kerjasama yang rendah
-
Harga diri yang tinggi
-
Cara hidup manja
|
||
Langganan:
Postingan (Atom)



